Sejarah Toponimi Dusun “Talun” Desa Kenjo Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi melalui Tuturan Tradisi Lisan

Authors

  • Novita Sari Universitas PGRI Banyuwangi Author
  • Hervina Nurullita Universitas PGRI Banyuwangi Author

Keywords:

Cultural Identity, Collective Memory, Local History, Toponymy, Oral Tradition

Abstract

This study aims to reconstruct the toponymic history of Talun Hamlet in Kenjo Village, Glagah Subdistrict, Banyuwangi Regency, through the community’s oral traditions, and to analyze the historical and cultural meanings embedded within them. The study employs a qualitative approach using an oral history design combined with toponymic analysis. Data were collected through in-depth interviews with community leaders, village elders, and residents knowledgeable about local history, supplemented by field observations and documentary research. Data analysis involved data reduction, data presentation, historical interpretation, and drawing conclusions through source triangulation to ensure the validity of the findings. The results of the study indicate that the toponymy of Talun emerged from the community’s interaction with the geographical environment, the process of settlement migration, and historical experiences passed down across generations through oral tradition. The name Talun not only functions as a territorial marker but also represents the cultural identity, collective memory, and value system of the local community. Oral tradition has proven to play a crucial role in sustaining local historical knowledge while strengthening the community’s historical awareness. This study affirms that toponymy is a vital source for reconstructing local history and preserving the cultural heritage of rural communities.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambali. 68 Tahun. Dusun Krajan RT 05 RW 02, Desa Kenjo Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Rabu, 20 Desember 2023. Pukul 20.25 WIB.

Anggraeni, E. R., & Winarti, D. (2026). Menjajaki Relevansi Folklor dengan Toponimi Lima Desa Kawasan Situs Adipati Panjer sebagai Pemertahanan Konstruksi Sejarah Lisan: Kajian Linguistik Antropologis. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 12(2), 841-853. https://doi.org/10.30605/qcy6ey10.

Arfah, A., Aswandikari, A., Burhanudin, B., Saharudin, S., & Sirulhaq, S. (2026). Jejak Sejarah dan Makna Budaya: Analisis Toponimi Penamaan Desa Wilamaci dan Tolotangga di Bima. Panthera: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains Dan Terapan, 6(1), 179-187. https://doi.org/10.36312/panthera.v6i1.847.

Asmu’i. 76 Tahun. Dusun Salakan RT 03 RW 02, Desa Kenjo Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Kamis, 21 Desember 2023. Pukul 19.50 WIB.

Busairi. 55 Tahun. Dusun Salakan RT 02 RW 02, Desa Kenjo Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Rabu, 20 Desember 2023. Pukul 20.30 WIB.

Google Maps, 15/01/2024 Pukul 13.09 WIB. Koordinat : -8.208183, 144.286569 https://maps.app.goo.gl/CaV85yan17MAiVzo6

Google Maps, 15/01/2024 Pukul 13.09 WIB. Koordinat : -8.212249, 114.29169 https://maps.app.goo.gl/CaV85yan17MAiVzo6

Google Maps, 15/01/2024 Pukul 13.12 WIB. Koordinat : -8.206531, 114.286211 https://maps.app.goo.gl/CaV85yan17MAiVzo6

Google Maps, 15/01/2024 Pukul 13.14 WIB. Koordinat : -8.206734, 114.28632 https://maps.app.goo.gl/CaV85yan17MAiVzo6

Google Maps, 15/01/2024 Pukul 13.16 WIB. Koordinat : -8.206713, 114.286285 https://maps.app.goo.gl/CaV85yan17MAiVzo6

Google Maps, 15/01/2024 Pukul 13.19 WIB. Koordinat : -8.20403, 114.297678 https://maps.app.goo.gl/zKPXX3cCQcfT9HSh7

Hariri, A. R., & Ribawati, E. (2025). Transformasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Lisan Masyarakat Baduy. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 16(3), 111-120. https://doi.org/10.99534/4hf90e96.

Hatmono, P. D. (2021). Historiografi buku teks sejarah lokal pada pembelajaran sejarah. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 2(1), 60-74. https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v2i1.279.

Herlina, D., & Sueb, S. (2024). Kentrung solokuro sebagai representasi toponimi desa-desa di wilayah Pesisir Kabupaten Lamongan. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 13(2), 368-380. https://doi.org/10.26499/rnh.v13i2.5296.

Hidayah, N. (2019). Toponimi nama pantai di Yogyakarta. In Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (Semantiks) (Vol. 1, pp. 313-322).

Khoiriyah, F., Fahri, A., Bramantio, B., & Sumargono, S. (2019). Sejarah toponimi daerah transmigrasi provinsi Lampung melalui tuturan tradisi lisan. Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 9(2). https://doi.org/10.25273/ajsp.v9i2.4419.

Khosim. 58 Tahun. Dusun Krajan RT 05 RW 02, Desa Kenjo Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Rabu, 20 Desember 2023. Pukul 20.50 WIB.

Kusnoto, Y., & Minandar, F. (2017). Pembelajaran Sejarah Lokal: Pemahaman Kontens Bagi Mahasiswa. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 4(1), 125-137. https://doi.org/10.31571/sosial.v4i1.428.

Lapasau, M., & Pujiati, T. (2026). Budaya Lisan Masyarakat Baduy sebagai Kearifan Lokal di Banten. Deiksis, 18(1), 82-91. https://doi.org/10.30998/zrvrht77.

Maghfiroh, N. T., & Anwar, S. (2025). Asal Usul Nama-Nama Dusun di Desa Barengkrajan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2). https://doi.org/10.60155/leksis.v5i2.549.

Prasetya, T. (2016). Bentuk dan makna wangsalan. Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 4(1). https://doi.org/10.15294/sutasoma.v4i1.29001.

Prasetyo, Y. (2022). Penelusuran Sejarah Dan Sastra Lisan Desa Melalui Pendekatan Toponimi. Journal Idea Of History, 5(2), 78-84. https://doi.org/10.33772/history.v5i2.1877.

Res Besoeki (afd. Banjoewangi). (1893). Topographische Inrichting. Batavia https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/view/item/2014115?solr_nav%5Bid%5D=f13ece07feb7250d0081&solr_nav%5Bpage%5D=0&solr_nav%5Boffset%5D=0

Rulianto., Hartono, Febri. (2015). Pendidikan Sejarah Sebagai Pusat Pendidikan Karakter. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JIIS

Ruspandi, J. (2016). Fenomena geografis di balik makna toponimi di Kota Cirebon. Jurnal Geografi Gea 14.2. https://doi.org/10.17509/gea.v14i2.3394.

Sabila, N. N., & Suswandi, I. (2025). Toponimi Nama-Nama Desa di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Kajian Antropolinguistik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(4), 4344-4358. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i4.7059.

Sahroni. 57 Tahun. Dusun Krajan RT 05 RW 02, Desa Kenjo Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Rabu, 20 Desember 2023. Pukul 21.20 WIB.

Sari, L. R., & Karsiwan, K. (2022). Toponimi Daerah Metro Sebagai Sumber Belajar IPS di Sekolah. Social Pedagogy: Journal of Social Science Education, 3(1), 134-148. https://doi.org/10.32332/social-pedagogy.v3i1.4865.

Sidik, F. (2015). Menggali potensi lokal mewujudkan kemandirian desa. Jurnal Kebijakan & Administrasi Publik, 19(2), 115-131. https://doi.org/10.22146/jkap.7962.

Simbolon, D. S., Sari, J., Purba, Y. Y., Siregar, N. I., Salsabila, R., & Manulang, Y. (2021). Peranan pemerintah desa dalam pembangunan infrastruktur. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 295-302. https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.1465.

Siswanto, S., Sukatman, S., Taufiq, A., & Murti, F. N. (2024). Toponimi Sumenep Madura dalam Perspektif Tradisi Lisan. Panggung, 34(4), 467-481. https://doi.org/10.26742/panggung.v34i4.3183.

Sugiyanto, B., El Syam, R. S., & Fuadi, S. I. (2023). Esensi Makna Di Sebalik Cawet: Studi Toponimi Penamaan Dusun Di Desa Surengede Wonosobo. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 2(2), 89-101. https://doi.org/10.58192/sidu.v2i2.792.

Supardi, S. (2006). Pendidikan Sejarah Lokal Dalam Konteks Multikulturalisme. Cakrawala Pendidikan, (1), 83936. https://doi.org/10.21831/cp.v0i1.395.

Widodo, S. T. (2013). Konstruksi nama orang Jawa studi kasus nama-nama modern di Surakarta. Humaniora, 25(1), 82-91. https://doi.org/10.22146/jh.v25i1.1815.

Wolionelo, Z., Malabar, S., & Kadir, H. (2025). Proses Toponimi Desa dan Dusun di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 787-791. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1116.

Downloads

Published

2026-08-04

How to Cite

Sejarah Toponimi Dusun “Talun” Desa Kenjo Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi melalui Tuturan Tradisi Lisan. (2026). Edukara: Jurnal Pendidikan, Sejarah, Dan Budaya, 1(2), 22-31. https://cendekiaparamartha.com/edukara/article/view/29